Social Icons

Pages

Privasi Diri

            Bismillah

Lagi browsing dan tertuju pada satu postingan sepertinya harus dikoreksi,

“Tarbiyah hari jum'at sore,jam 04:30_Selesai.
bersama Ust. Fulan — bersama Fulan. dan 7 lainnya”.

          Akhi, bukannya saya tidak...
setuju dengan postingan status seperti itu. Cuma menyarankan, ada kan namanya ‘saddan lidzzariyah’. Meminimalisir sesuatu untuk tidak menimbulkan masalah yang lebih besar. Kalau dalam dunia intelejen namanya privasi atau semacam kode rahasia.


            Anda pernah tidak melihat postingan di fb, “Kepada seluruh anggota CIA rapat pukul 10.00 tempat meeting room oleh ...”
Jarang bahkan nggak ada. Mungkin ini bisa disebut  agak ‘narsis’. Semua hal pribadinya musti diposting di fb. Kalau orang seperti ini privasi pribadinya gampang dijebol. Bukannya kita takut, atau tidak mau dikatakan tertutup. Tapi ada namanya pertemuan ‘rahasia’ hanya kita dengan orang tertentu boleh tahu.

           Kan anda bisa inbox saja ke masing-masing teman halaqoh? Atau sms send all. Apa sih susahnya, apa karena kehabisan bahan untuk diposting? Kenapa musti diposting segala? Kalau memang ini undangannya untuk tertentu (anggota halaqoh) saja mengapa harus diumbar ke publik.

             Bagaimana kalau saya yang kebetulan baca mau juga ikut? Bukan saya saja, setiap yang baca. Pastinya anda menyindir, “Afwan, ini khusus anggota halaqoh saja”. Kenapa tidak dimasukkan ke koran saja biar masyarakat se-kota tahu kalau anda lagi tarbiyah malam ini!
Persoalannya bukan isinya (tarbiyah) itu hal yang baik. Mengajak orang lain berbuat kebenaran. Persoalannya, satu penduduk facebook yang baca postingannya anda! Nggak usalah dunia berkata-kata.

            Ada kisah menarik, di salah satu radio swasta. Ceritanya begini, ada seorang ibu rumah tangga intinya perempuanlah. Suatu hari ia kehilangan HP. Entah jatuh di jalan. Selang beberapa waktu, tiba-tiba ia cek isi rekening ATM-nya sudah habis tinggal berapa rupiah. Apa hubungannya?

            Ternyata orang yang mendapatkan HP-nya tadi langsung meng-sms no penting di no kontaknya. Kemudian meminta PIN ATM-nya. Alhasil ia bisa menjebol dan mengambil sejumlah uang.
Kenapa bisa? Ternyata di nomor kontaknya itu kentara sekali. Mis, nomor suaminya ditulis my darling, sayangku. Alhasil orang penemu hp tadi menghubunginya. Mana mereka tahu kalau HP istrinya sudah jatuh ke tangan orang.

 Bayangkan, mungkin ada yang bilang, “Masa sih kamu masuh suruh saya hapus nama di no. Orang-orang dekatku. Terserah saya dong. Ini kan hp sendiri!!!”
(“Masa sih kamu mau larang segala posting jadwal tarbiyah saya!!”)

            Iya itu memang hp anda, tapi siapa yang menjamin besok-besok jatuh ke tangan orang lain lalu meminta kode, nomor-rahasia anda. Apa keluarga anda masih tahu kalau itu masih anda yang mengirimi meminta sesuatu. ini bukan lagi hipotesa sementara, tapi benar-benar sudah kejadian.

             Kalaupun orang lain tiba-tiba membuka hp anda.  Usahakan ia tidak bisa membedakan mana nama keluarga dengan teman anda. Mana kakak, mana istri, suami, ibu bapak anda. Setidaknya bisa menggunakan kode tertentu yang hanya kamu mengetahuinya. Meskipun juga tidak mencantumkan nama, sekedar kode saja, anda akan tahu juga dari tiga nomor terakhirnya.

             Tapi kalau di daftar kontak sudah tertulis, ummiQ, abi,  my love, my mom, father, kakaQ, sayangQ, hatiQ, belahanQ, boss.  Anda gampang dijebol! Meskipun berbahasa inggris. Sekarang ini jamannya modern. Pencuri, tukang sadap, blocker itu pastinya pandai berbahasa asing. Tidak hanya dokter makin pintar, penyakit juga tambah jenius.
Daeng becak saja bilang begini, “Kemmaiki lampa bro”. Sampai ada tukang batu menyapa, “Partner-ku inie Karaeng”.

             Kalau jadwal tarbiyah sih sebenarnya nggak masalah. Siapa tau mungkin nanti datang juga intelegent ikut tarbiyah setelah baca postingan jadwalnya di fb. Anda jangan kaget ya! Intinya jangan kita memposting urusan tertentu apalagi privasi pribadi memungkinkan, memberikan kesempatan orang lain berbuat buruk pada anda. Kejahatan tidak terjadi karena adanya niat, tapi kesempatan kawan!

             Mungkin dia nggak sengaja baca status, postingan anda. Setan kan stand by 24 jam. Lalu timbul niat buruknya.

             Coba kalau tulisan status kayak,
“Hmm lagi pulang kampung nih barengan sama keluarga besar...  rindu sama rumah tidak ada yang menemanimu malam ini!!!”

“Kakaku lagi menikah di Jakarta, terpaksa satu keluarga kesana”.
Bisa-bisa ini kesempatan pencuri ke rumah anda. Pastinya lewat status-status kurang kerjaan tadi mereka bisa mengetahui posisi anda.

“Lagi di Pompa bensin nih... macet lagi demo huftt”
Ini kurang kerjaan, orang pasti tahu anda terlambat pulang ke rumah.

“Malam ini ada tarbiyah sekaligus mabit gabungan.. @Mesjid Istiqlal”
Pastinya orangnya tidak bermalam di rumahnya.

Sisi lain, hal ini juga bisa memunculkan sifat riya’. Para salaf terdahulu berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan amalannya. Bahkan ketika ada tamunya, sementara ia membaca al-Quran mushaf-nya langsung ditutup disembunyikan. Takut niatnya riya’ mau dikatakan lagi mengaji.
“Huft lapar hari ini panas banget.. nggak apa- deh nanti makannya abis azan magrib”
Seolah dia mau mengatakan pada pemirsa facebook,
“Saya lagi berpuasa nih!!!”
Allahu musta’an.

“InsyaAllah tarbiyah malam ini pukul 8.30 pm @Mesjid al-Markaz”
Sebenarnya dia mau bilang, “Saya lagi ada acara tarbiyah”

“Istirahat dulu deh capek.. abis pegang mushaf”
Mudah-mudahan kita dijauhkan dari sifat riya. Ingin dikenal, masyhur kalau lagi melakukan kebaikan.

“Seseorang akan mendapatkan bergantung dari apa yang diniatkan”

        Intinya, Kebenaran memang harus disebarkan, ditampilkan di publik. Tapi, ada namanya strategi. Seperti saat Rasulullah berdakwah sirriyah. Islam berada dipertengahan. Tidak berlebih-lebihan maupun mengampang-gampangkan. Tidak semua hal pribadi, kelompok atau urusan tertentu harus diketahui publik. Jangan sampai karena informasi kita, orang lain bisa memanfaatkannya dalam keburukan!

         Mencegah lebih baik dari pada menyembuhkan!
Msc_2.07.13

0 komentar:

Posting Komentar

 

Inspirasi

Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam as-Syaafi'i dll memang telah tiada di dunia ini.

Namun, ketika manusia membaca buku, tulisan mereka ...

"Berkata, Imam Bukhari, Muslim as-Syaafi'i rahimahumullah ..."

Saat itu pula seolah mereka masih hidup di dunia...

Msc_