Social Icons

Pages

"Tinta yang kau taburkan pada buku mungkin se-umuran kertas. Sungguh! Kata yang kau lekatkan pada hati se-usia dengan zaman. Msc_"

Sketsa Hati


Hati itu adalah hal yang paling kompleks dalam kehidupan manusia. Bahwa instrumen hati terdapat dalam tujuh ayat yang berulang. Yang senantiasa dibaca dalam do’a-do’a kita.

Manajemen Konflik




Tidak mudah untuk memahami dua hal yang antagonis; cinta dan benci. Dua kata yang berlawanan seringkali membuat seseorang ...

Perkembangan Mażhab Ḥanafi



 

1.      Definisi Mażhab

Menurut bahasa kata ‘mażhab’ berasal dari akar kata (ذهب-يذهب). Seperti kata (منع-يمنع, فتح-يفتح) yang merupakan bagian dari bab kata kerja al-`Ṡulāṡi al-Mujarrad’.[1]  

Kedudukan dan Penilaian Para Ulama Terhadap Abū Ḥanīfah



·          

Hayyan bin Musa Al-Marwadzi berkata:
Ibnul Mubārak ditanya, “Mana yang lebih paham tentang fiqih, Mālik atau Abū Ḥanīfah? Beliau berkata: Abū Ḥanīfah.”[1]

Karya Imām Abū Ḥanīfah



Abū Ḥanīfah tidak menulis buku dalam bidang fiqih, akan tetapi seluruh pandangan, pendapat, ijtihadnya ditulis oleh murid-muridnya. Karya-karya ilmiah tentang mażhab ini sangatlah banyak dan paling pokok dari semuanya adalah kitab-kitab ahir al-riwayah yang dikodifikasi oleh Muhammad bin al-Hasan dan dhimpun oleh seorang pemimpin yang wafat secara syahid (al-hakim as-syahid) dalam kitabnya al-Kāfi.[1]

Tawakkal Selepas Ikhtiar




Pada hakekatnya, jika ujian tidak membuat kita tajam, membuat kita peka dan lebih bermakna, berarti ada yang sia-sia. ‘Kelelahan’ yang tidak pernah berhenti tidak bermaksud membuat kita tumpul. Agar kita berubah, berubah lebih baik. Agar kita bersabar lebih banyak, tegar dan menjadi lebih maju. 


Kita akan jatuh berkali-kali. Dan tidak satupun yang mengulurkan tangan untuk bangkit. Tidak hanya itu, air mata juga akan jatuh berkali-kali. Dan tidak satupun yang sudi membasuh luka apalagi berbagi cerita. Kita akan gagal berkali-kali. Wibawa yang runtuh, menanggung rugi, sehingga tak satupun yang mau melihat atau sekedar prihatin terhadap kita. Kita mungkin akan berjalan sendirian, sebab tidak satupun yang sejalan dengan tujuan kita sebenarnya. Sekalipun itu orang yang paling dekat.

Segala kemungkinan dalam hidup ini bisa saja terjadi. Bergantian, berulang kali. Namun tidak ada yang bisa meringankan segala beban kesedihan. Tidak ada yang dapat menghilangkan segala ketakutan juga kekhawatiran. Selain kita berpegang teguh kepada Allah dan kitab-Nya. Bahwa Allah akan menolong hambanya. Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak mereka bersedih hati”.

Kamu bisa mencari tempat perlindungan dimana saja. Tetapi tidak ada tempat yang paling aman bersandar selain kepada Allah. Kamu boleh membaca tulisan apapun itu yang kamu suka. Tetapi tidak ada sebaik-baik perkataan yang bisa melapangkan hatimu, menerangi ruh jiwamu kecuali firman-Nya. 
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik Al-Qur'an yang serupa lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah” (TQS. Az-Zumar: 23).

Sebab tidak satupun yang bisa menolongmu, menghiburmu, dan mengetahui segala hal dalam dirimu sebagaimana Allah Azza wa Jalla. Allah menurunkan kalam-Nya sebagai petunjuk jalan agar kamu dekat dengan-Nya. Bagaimanapun kamu jatuh, menangis, gagal, tidak ada yang bisa memperbaiki semuanya kecuali mendekatkan diri kepada-Nya, bertawakkal, bergantung hanya kepadaNya.

Bukan tawakkal namanya, keluar rumah tanpa mengunci pintu. Memarkir kendaraan tanpa pengaman. Tidak ada jaminan pada pintu yang dikunci. Semua Kuasa Allah.

Ketika Maryam mengandung sembilan bulan, diperintahkan untuk goyangkan pohon kurma. Lelaki biasa saja mungkin tidak bisa, nah ini lagi hamil. Allah ingin melihat usahanya, ikhtiarnya, dan kesungguhan niatnya.

Allah memerintahkan Nabi Musa menghentakkan tongkatnya. Padahal antara tongkat tidak ada hubungannya dengan air laut. Dari hentakan itulah makna ikhtiar. Tawakkal selepas ikhtiar. “Ikat dulu untamu baru bertawakkal” kata Rasulullah.

Di tengah kejaran orang musyrik Quraisy. Sampailah Rasulullah sebuah gua di Jabal Tsur. Setelah masuk bersembunyi dan memastikan tidak terlihat dari kejaran musuh barulah beliau berkata pada Abu Bakar, “Jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.
Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada“ (TQS. Al-Hadid: 4). Ketika Allah bersama kita, kita telah dicukupkan dari meminta kepada selainNya. Menjagamu dari segala marabahaya.

Disaat Allah bersama kita, DIA yang akan menjagamu. Menolongmu dari kezaliman. Keyakinan kita padaNya lebih kuat dari meminta kepada manusia. Pintu-Nya selalu terbuka bagi orang-orang yang hanya butuh kepadaNya. Orang yang faqir ilallah adalah hakekat kekayaan. Sebab kemuliaan. Lemahmu dihadapan-Nya adalah kekuatan. Dan ketika Allah bersamamu adalah segala kemudahan dan kemenangan.

Mereka (saudaranya) ingin membunuh Nabi Yusuf. Nabi Yusuf justru diangkat menjadi mulia. Kemudian orang yang menemukannya menjualnya buat jadi budak. Nabi Yusuf malah jadi Raja. Bagaimanapun manusia membuat makar, merencanakan sesuatu, jangan bersedih! Sebab kehendak Allah diatas segala rencana manusia.

Siapa yang berprasangka baik kepada Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan prasangkanya. Siapa yang bersyukur atas segala nikmatNya, Allah akan menambahkan keutamaannya. Siapa yang bertawakkal kepadaNya, Allah akan menjadi penjaminnya dan mencukupkannya.

Kita akan menemukan banyak sinonim fastajabnaa dalam al-Qur’an. Zakaria meminta keturunan. Yunus ditelan ikan meminta jalan keluar. Sulaiman meminta kerajaan yang tidak tertandingi setelahnya. Ibrahim meminta peradaban di tanah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan. Kita punya hajat dan Allah Maha Menjawab dari segala do’a.
 

Inspirasi

Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam as-Syaafi'i dll memang telah tiada di dunia ini.

Namun, ketika manusia membaca buku, tulisan mereka ...

"Berkata, Imam Bukhari, Muslim as-Syaafi'i rahimahumullah ..."

Saat itu pula seolah mereka masih hidup di dunia...

Msc_