Social Icons

Pages

Menulis Hidup










“Kita yang memilih hidup… Allah-lah menetapkan takdir..”_Msc









 
Entah dari mana harus memulai… baru kali ini menulis sebegitu kaku… saya akan menulis tentang hidup!

Life is struggle… bukan namanya hidup jikalau tanpa rintangan. Perjuangan membutuhkan hidup. apalagi hidup lebih membutuhkan perjuangan. 

Kita diciptakan sebagai pejuang. Pemenang kehidupan. Jika anda memang pejuang sejati, maka nikmatilah hidup sebagai perjuangan. Teringat salah satu tema pengajian, “Pernikahan Perjuangan” bahkan.


Hidup itu tak tentu apa yang terjadi esok. Kata syair Arab, “Aku mengetahui apa yang terjadi hari ini dan kemarin, tetapi pengetahuanku akan hari esok sama sekali buta”. Kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi besok. Tetapi satu, harus memastikan anda adalah pejuang!


Apapun itu Allah pasti punya cara menolong hambanya. Kita bukanlah penentu hasil, kita hanya menjalani prosesnya. Bahkan proses lebih penting dari pada hasil. Saksikanlah Nabi Nuh, berapa banyak yang beriman dari hasil dakwahnya? Sedikit. Tidak hanya itu. Dikemudian hari para Nabi akan bersama pegikutnya. Umat terbanyak Rasulullah. Adapula segelintir saja. Atau mungkin cuma satu dua pengikut saja. 

Tetapi tetap saja dakwah Nabi Nuh dikategorikan sukses. Meskipun anak istrinya sendiri ingkar padanya. Yah kenapa! Proses itu penting. Selama 950 tahun beliau berdakwah!

Mungkin saja ada diantara kita berkata, “Kenapa sih musti capek cari masalah. Nikmati hidupmu senyaman sekarang saja. Kamu tuh sudah santai, ngapain ambil resiko”. 



Yup setiap pilihan hidup itu memang beresiko. Tapi ingatlah, orang Jadilah orang besar! orang-orang besar selalu mengambil langkah besar pula. Bukan sebagaimana langkah orang-orang biasa. Dan langkah besar itu dimulai dari langkah sederhana. 

Kita harus keluar zona nyaman! Al –ajru ‘alaa qodri masyaqqoh. Reward itu bergantung dari kesulitannya. Suatu amal sangat dipengaruhi tingkat kesulitannya. Anda ibarat emas. Tetapi adakah seorang berminat memakai perhiasan emas batangan 1 kg?

Tentu tidak, akan beda harganya emas yang masih tertimbun di dalam tanah dengan yang sudah diolah jadi batangan. Yang batangan-pun tidak akan lebih mahal dari sudah terbuat jadi perhiasan. Dan seterusnya. Setiap melalui proses akan bertambah pula nilainya. Dalam proses, ia akan ditempa, dipanaskan, ditumbuk, diukir sampai akhirya berubah perhiasan.

Begitupula hidup, kita selama anda masih berada di zona kenyamanan, tidak keluar menempa diri. Anda akan tetap saja sama dari lima tahun lalu, lima tahun akan  datang. 


Bagaimana emas bisa berkilau jika masih terkubur dalam tanah?


Dia harus keluar, melalui proses hidup! semakin ditempa, semakin berkilau pula cahayanya!
Sekarang, saatnyalah kita mempraktekkan teory-teory hidup. “Apakah kamu akan mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak kamu kerjakan?”

Tidak ada yang sia-sia dari setiap keputusan takdirNya. Semua punya hikmah dibaliknya. Kalau memang itu takdirNya, bersiaplah menerima lapang dada. Jika kita selalu memaksakan TakdirNya, lalu dari mana kita belajar arti kesyukuran dan kesabaran?


Just believe!
Kenapa kita takut melangkah? 

Masih teringat perkataan Operah, “Seseorang tidak mendapatkan dari apa yang ia harapkan, tetapi dari apa ia yakini”


Untuk melangkah lebih tepat, dibutuhkan keyakinan. Jangan-jangan kita takut lantaran tidak meyakini sendiri dimana melangkah. 

Itulah iman! Jika masih ragu, berarti tauhidnya masih lemah!
Bersedekah menurut akal sehat mengurangi harta kita. Tetapi itulah keyakinan, bukannya pake mudah-mudahan, “Allah pasti menggantinya!”.

Jika saja seseorang dijamin oleh Presiden, sudah begitu beraninya bertindak. Bagaimana lagi jika Allah yang  penolong kita.

Yah keyakinanlah, kuatnya iman-lah membuat kita lebih berani melangkah. Ingatlah, anda tidak sendiri dunia ini. Meskipun semua manusia berpaling darimu. La tahzan!  Allah selalu bersamamu!
Kita masih punya do’a. senjata mukmin paling ampuh.
Ya Allah, Jika pilihan hidup ini adalah yang terbaik untukku. Berikanlah kemudahan, kekuatan iman untuk tetap istiqomah. Dan jika itu adalah bukan terbaik, maka gantikanlah yang lebih baik!
 17 March 2013

                                                                                                                                                                                                   

0 komentar:

Posting Komentar

 

Inspirasi

Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam as-Syaafi'i dll memang telah tiada di dunia ini.

Namun, ketika manusia membaca buku, tulisan mereka ...

"Berkata, Imam Bukhari, Muslim as-Syaafi'i rahimahumullah ..."

Saat itu pula seolah mereka masih hidup di dunia...

Msc_